Rabu, 03 Oktober 2012



KARAOKE merupakan fasilitas untuk hiburan yang banyak nilai positifnya dan berkembang pesat di Jakarta sejak tahun 1980-1990-an. Sekaligus bagi orang yang ingin menyanyi dengan lagu-lagu kesayangan melalui karaoke dengan ruang privat dapat akan lebih berhasil dan hafal syair-nya dengan running teks yang ada di layar karaoke.


Penggemar karaoke keluarga, Sutrisno, warga Cibubur, Kabupaten Bogor, mengungkapkan kalau anak-anaknya berhasil menguasai bahasa Inggeris justeru karena mereka senang lagu-lagu barat. Maka dengan karaoke mereka pun dapat belajar bahasa Inggeris dengan ejaan yang benar dan penjiwaan ketika melantunkan lagu barat.
Misalnya lagu Unchained Melody begitu mengalir dinyanyikan dengan bantuan karaoke dengan dilengkapi video klip dan teks syairnya.
Seorang pejabat yang ingin belajar menyanyi paling mudah dengan karaoke apalagi ada pemandu lagunya yang benar mahir dan terlatih yang disebut LC.
“Jangan bicara penyelewengan ya? Setiap apa saja tentu ada yang menyalahgunakan. Ada yang menyelewengkan. Itu pelanggaran yang oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI akan ditegor dan dapat ditindak,” kata Sutrisno.
Khusus masyarakat Jepang yang ada di Jakarta, menurut petugas Disparbud DKI, gemar menikmati karaoke di wilayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan, khususnya di Melawai.
Bahkan karaoke digunakan untuk tempat berhimpun komunitas Jepang . Sudah dua kali masyarakat Jepang di Jakarta mengadakan perayaan tahunan ala Jepang di Melawai. “Mereka disiplin jadi tidak menimbulkan masalah,” kata Sutrisno.
Lain lagi dengan Rahman, warga Bekasi, ia lebih senang bermain karaoke di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara karena tempatnya bersih dan makanannya lumayan. Lagu-lagunya juga lengkap. Seperti dikatakan Sutrisno kalau ada karaoke yang sepi biasanya tidak mau mengembangkan diri sesuai tuntutan konsumen.
dimuat juga di Harian Terbit Kamis 27 September 2012 http://www.harianterbit.com/2012/09/27/positif-negatif-wisata-karaoke/

0 komentar:

Posting Komentar