Senin, 17 Mei 2010

PASANGAN capres-cawapres SBY-Boediono, menjadi pasangan yang paling banyak diberitakan media cetak dibanding pasangan lain selama Pilpres 2009 lalu. Sedang media televisi (elektronik), relatif memberikan proporsi sama kepada masing-masing capres-cawapres.

Hasil pemantauan berita pemilu di media yang dilakukan Institute Studi Arus Informasi (ISAI) selama Pilpres 2009 lalu, pasangan SBY-Boediono diberitakan media cetak sebanyak 669 berita, JK-Wiranto sebanyak 463 berita, dan Mega-Prabowo sebanyak 431 berita. Obyek pemantauan dilakukan terhadap 14 media cetak dan 10 stasiun TV di Jakarta sejak Januari hingga Juli 2009.

"Ini berbeda dengan media TV. Mereka relatif memberikan proporsi sama. Pasangan Mega-Prabowo diberitakan sebanyak 416 berita, SBY-Boediono 443 berita dan pasangan JK-Wiranto sebanyak 413 berita," kata Ahmad Faisol, Koordinator Program Riset, Advokasi dan Media Watch ISAI, pada Lokakarya Media Massa Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS), di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (23/07) sore.

Namun di sisi lain, pantauan ISAI juga mencatat, justeru pasangan JK-Wiranto menjadi pasangan capres-cawapres yang paling banyak mendapatkan gambaran positif media, dibandingkan pasangan SBY-Boediono dan Mega-Prabowo. Sementara underdo effect dan gejala independensi jurnalis terhadap pemilih yang cenderung memihak SBY-Boediono.

Mengenai keberpihakan media, ISAI mencatat sejumlah koran harian yang cenderung memihak kepada salah satu pasangan capres-cawapres. Harian Jurnal Nasional dan harian Rakyat Merdeka misalnya, dianggap menjadi media cetak yang cenderung memihak kepada SBY-Boediono.
Sedang harian Suara Karya, Media Indonesia, Suara Pembaruan, cenderung memihak pasangan JK-Wiranto. "Media cetak lain relatif netral dan berimbang," kata Ahmad Faisol.

Untuk pola pemberitaan masing-masing TV, ISAI menemukan Metro TV, Tran TV dan SCTV yang cenderung banyak memberikan penggambaran positif pada pasangan JK-Wiranto. ISAI juga menemukan media minim mengangkat informasi tentang rekam jejak capres-cawapres, dan lebih sering mengangkat kampanye capres-cawapres. Termasuk saat debat.

"Terlalu banyaknya pemberitaan tentang sesuati yang belum dilakukan, membuat media menyumbang terhadap kemungkinan mengaburkan sosok capres-cawapres," kata Ahmad Faisol.

Selain dari ISAI, tampil juga memberikan materi Bambang Harymurti, anggota Dewan Pers dan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Multimedia Adinegoro-LPDS dengan tema:"Dinamika Pers dan Pemilu 2009: Perspektif Etika", Bambang Eka Cahya Widodo dari Bawaslu dengan tema: "Netralitas dan Pelanggaran Media dalam Pemilu 2009" dengan moderator Agus Priyanto dari Media Center KPU.

Sebelumnya, tampil berbicara Prof Dr Anton M. Moeliono, Pakar Bahasa dengan tema: "Istilah Asing dalam Bahasa Indonesia", Prof Dr Arief Rahman, pakar pendidikan, Ketua Komnas UNESCO, juga Desi Anwar, GM Marketing Metro TV dengan tema: "Memakai Penerapan Istilah Asing dalam Bahasa Jurnalistik".

Sedang hari pertama, Atmakusumah Astraatmadja (Pengajar LPDS) mengangkat tema: "Problem Penegakan Etika Jurnalistik", Budiman Tanuredjo, Redaktur Pelaksana Kompas dengan tema: "Upaya Media Meningkatkan Profesionalisme Wartawan", dan Martin Selamet Susanto, Pemred Koran Jakarta tampil sebagai moderator.

Tiga pembicara yang dijadwalkan ikut memberi materi, 1 orang tidak datang, 2 orang digantikan teman sejawatnya. Masing-masing Karni Ilyas (Direktur Pemberitaan TV-One), rencananya membawa materi: "Berita Televisi: Antara Etika, Eksklusivitas, dan Kreativits". Sedang Irawan Saptono (Direktur ISAI) digantikan temannya Ahmad Faisol dan Nur Hidayat Sardini (Ketua Bawaslu) digantikan Bambang Eka.

Lokakarya ini diikuti sejumlah wartawan berbagai media, umum dan kalangan perguruan tinggi. Tampak hadir tokoh pers antara lain Tribuana Said, Djaffar Assegaf, TD Asmadi, Djoko Saksono, Arya Gunawan, Abdullah Alamudi (nur lim, Jkt 23/07/09 pk 19.30 wib)


Santai di tepi kolam Waterboom, Lippo Cikarang, Kab Bekasi,
Juli 2009

1 komentar:

  1. suka dengan liputan2 bang Nur, jadi banyak isi nih kepala, kemarenan isinya cuman cara membuat bakwan jagung :P

    BalasHapus